Inggris Segera Akui Oposisi Suriah
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, negaranya siap mengakui Dewan Nasional Suriah (oposisi Suriah) sebagai representasi yang sah bagi warga Suriah.Hague mengutarakan kecamannya terhadap Presiden Suriah Bashar al Assad dan menyebut rezim Assad sebagai rezim kriminal. Hague pun menghadiri pertemuan di Tunisia dengan pihak oposisi Suriah.
Dalam pertemuan itu, Hague mendesak komunitas internasional agar melakukan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Presiden Assad. Selain itu, Hague juga berencana akan mengakui Dewan Nasional Suriah sebagai pemerintahan Warga Suriah yang sah.
"Kami akan memperlakukan Dewan Nasional Suriah dengan baik dan mengakuinya sebagai representasi yang sah bagi Warga Suriah. Pengakuan ini adalah hal penting, Rusia dan China seharusnya meninjau ulang dukungannya terhadap Suriah karena kondisi di negara itu sudah memprihatinkan seiring dengan makin maraknya pertumpahan darah," ujar Hague, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (25/2/2012).
Menteri Luar Negeri Inggris itu juga mengutarakan kekecewaannya dengan adanya tuduhan yang menyebutkan bahwa Inggris mempersenjatai pasukan oposisi Suriah.
"Di Uni Eropa, kami sudah memberlakukan embargo ke Suriah, kami pun tidak akan mengirim senjata itu ke pihak manapun, termasuk oposisi," ujar Hague.
Krisis kemanusiaan yang terjadi di Suriah terlihat makin memburuk. Rusia pun kembali mendesak Pemerintah Suriah dan para oposisi bersenjata agar melakukan gencatan senjata dan berdialog guna menghindari eskalasi kekerasan.(AUL)






